Sabtu, 11 Mac 2017

(G12) BENAR KAH DASAR PAS "MEMPERJUANGKAN ISLAM (al-Islam) ITU TIDAK BERLAKU SYIRIK TERHADAP HAK-HAK MUTLAK ZAT ALLAH.

1. Sesungguhnya tidak Murtad (yartadda : yartadid mingkum undeeneh) berpaling tadah dari tauhidkan zat Allah maha Esa wajib wujud hanya Satu - Ahadun : Wahidun (ad-deen) anak Adam itu, tanpa lebih dahulu Syirik (yusyrik : tusyrik billaahi) terhadap hak-hak mutlak zat Allah yang dirampas, didahului, sekutui serta diadakan tandingan & bandingan bagi hak-hak mutlaknya (Allah).

2. SesungguhNya tidak Syirik (yusyrik : tusyrik billaahi) terhadap hak-hak mutlak zat Allah anak Adam itu tanpa lebih dahulu Sesat aqidah (al-Iman) dari syariah : syara' (al-Ilmu) - FIQH dengan semua cabang ilmuNya - Pasik & Munafik, dengan zahirnya cara, sifat, kata-kata, perbuatan Kafir (amal) engkar larangan Allah (al-Quran) berulang-ulang - Kafir demi Kafir & demi Kafir...

3. SesungguhNya tidak Sesat Aqidah (al-Iman) dari Syariah : Syara' (al-Ilmu) - FIQH dengan semua cabang ilmuNya - Pasik & Munafik, tanpa lebih dahulu Kafir - engkar larangan Allah (al-Quran)...

4. SesungguhNya tidak Kafir - engkar larangan Allah (al-Quran) anak Adam itu, tanpa lebih dahulu Kufur (niat) tanpa Lillaahi @ bukan semata-mata kerana Allah dalam perkara Agama (ad-deen - Rububiyyah : tauhid (zat) Allah maha Esa wajib wujud hanya Satu - Ahadun : Wahidun), Islam (al-Islam - Uluhiyyah : i'ttiqad (yakin kalbu) yang diredhai terhadap hak-hak mutlaknya - (zat) Allah) serta Furu' (branch) baginya, Yaitu; - Aqidah (al-Iman) dari Syariah ; Syara' (al-Ilmu) - FIQH dengan semua cabang ilmu bacaannya.

5. SYIRIK (yusrik : tusyrik billaahi) terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah itu bermula dengan I'TTIQAD (yakin Qalbu : Uluhiyyah) - terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah (yang tidak boleh di Syirikkan) dilaknati Allah, bermula dari sifat Riya', Ujub, Sum'ah, Takabbur... kemudian zahir dengan cara, sifat, kata-kata perbuatan Syirik terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah.

6. SesungguhNya sesiapa yang berlaku Syirik (terhadap hak-hak zat mutlak) Allah maka diharamkan bagiNya "al-Jannah - Syurga" dan tempat kembaliNya adalah "al-Nar - Neraka", hingga mendapat syufaat dan keampunan Allah - wajib neraka lebih dahulu.


7. BermulaNya dengan SYIRIK KHAFI (samar - kecil) berI'ttiqaq (yakin qalbu) Riya', Ujub, Sum'ah Takabbur"... kemudian zahir dengan cara, sifat, kata-kata, perbuatan... taksub : memuja diri sendiri, taksub : memuja berhala manusia : penditanya (selain dari Allah) ... Padahal Memuja / Taksub semata-mata kepada Allah... membersih, menyucikan serta menghapuskan dosa diri sendiri, keturunan, kaum, puak, jemaah, partiNya... Padahal tidak sesiapa yang berhak / berkuasa untuk Membersih, Menyucikan serta menghapus segala dosa, noda, maksiat melainkan Allah.


7.(a). Allah Ta'ala berfirman:


وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

"Dan telah Kami tetapkan bagi bani Israiel (salah seorang anak Nabi Ya'qob - Yehuda : Jew's - "al-Yahud : Haadu - cara, sifat, kata-kata, perbuatan) dalam al-Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerosakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri (Riya; Ujub, Suma'ah, Takabbur) dengan kesombongan yang besar”.
(QS. Al-Isra: 4)

8. SYIRIK (al-Yahud : Haadu) : YAHUDI, Syiah (Syiaeyah) - Non Muslim :
BermulaNya Syirik dengan I'ttiqad (niat - yakin kalbu) dari Ujub, Sum'ah, Riya', Takabbur...kemudian zahir dengan cara, sifat, kata-kata perbuatan anggota jasad "memuja (taksub kepada diri sendiri / taksub kepada berhala manusia berkupiah-serban, berjubah & berjanggut)...padahal taksub semata-mata terhadap Allah, memuji (memuji diri sendiri / memuji berlebihan : bodek... padahal segala pujian hanya bagi Allah), membersih, menyucikan diri sendiri, keturunan, kaum, puak, jemaah & partinya....
...Golongan Syirik = alYahud - Yahudi adalah NON MUSLIM, walau pun zahirNya berkupiah-berserban, berjubah & berjanggut serta SolatNya sepanjang malam & puasa (tidak melakukan maksiah, kejahatan) pada siang hariNya.

9. Kejahatan Yahudi disebabkan sifat dengki mereka:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ


“Sebagian besar Ahli Kitab (taurat Yahudi) menginginkan sekali agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran (syirik) setelah kamu beriman, kerana kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran......". (QS. Al-Baqarah: 109)

10. Kejahatan mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub, moyang mereka. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf yang berakhlaq mulia sehingga mereka lebih disayangi bapaknya. (QS.Yusuf: 7-18).

11. Kegemaran mereka membunuh para Nabi dan Rasul seperti membunuh Nabi Yahya secara kejam iaitu memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di dulang emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara kejam, iaitu dengan digergaji tubuhnya. Kedua-dua pembunuhan ini terjadi pada zaman pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang yang beriman.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka berikanlah mereka dengan seksaan yang pedih". (QS. Ali Imran: 21)


A021
12. Sesungguhnya orang-orang yang kufur (niat)-(amal) kapir - ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah dan membunuh Nabi-nabi dengan jalan yang tidak benar, serta membunuh orang-orang yang menyeru manusia supaya berlaku adil maka sampaikanlah berita yang mengembirakan mereka, dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
(A-li'Imraan 3:21)
 
13. Nabi Isa pun tidak terlepas dari rancangan jahat mereka, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkannya. “Dan kerana ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih Isa ibnu Maryam Rasul Allah”. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh dan salib itu ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka (Yudas Iskaryot). Sesungguhnya orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan Isa) benar-benar dalam keraguan tentang (yang dibunuh) itu, kecuali mengikuti tekaan sahaja, mereka tidak yakin bahawa yang mereka bunuh itu Isa”. (QS. An-Nisa’: 157).


A157
14. Dan juga (disebabkan) dakwaan mereka dengan mengatakan: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam, Rasul Allah". Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (di kayu palang - salib), tetapi diserupakan bagi mereka (orang yang mereka bunuh itu seperti Nabi Isa). Dan Sesungguhnya orang-orang yang telah berselisih faham, mengenai Nabi Isa, sebenarnya mereka berada dalam keadaan syak (ragu-ragu) tentang menentukan (pembunuhannya). Tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata; dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.
(An-Nisaa' 4:157)
 
15. Golongan SYIRIK - "al-Yahud (Yahuda - Judas), Haadu" (cara, sifat, kata-kata, perbuatan) adalah Non Muslim...
... FIQH - ahli Aqidah & Syariah dengan semua cabang IlmuNya dengan jelas mengatakan bahawa : perlaku berbuatan Syirik terhadap Hak-Hak Mutlak Allah yang dilaknati Allah, maka gugur lah "al-Islam - Islam" menjadi "al-Yahud - Yahudi" (bukan Kafir - engkar.....), walau pun masih lagi berAgama (Innadden), selama mana belum zahir dengan perbuatan anggota jasad "Cara, Sifat, Perbuatan, Kata-Kata" Murtad - berpaling tadah dari tauhidkan Allah wajib wujud hanya Satu - Ahadun, Wahidun serta tidak mungkin berbilang-bilang (Pluralisme) - kesamarataan Tauhid (Libralisme) : Mulhid (Atheist) Komunisme.

16. Perbuatan Syirik bermula dengan I'ttiqad -niat (yakin kalbu) yang dilaknati Allah kerana berlaku Syirik terhadap Hak-Hak MutlakNya (Allah), maka berpindah lah I'ttiqad yang diredhai Allah "al-Islam - Islam" menjadi I'ttiqad yang dilaknati allah "al-Yahud - Yahudi", tanpa mengira bangsa manusia mana pun.

17. SesungguhNya kalimah bacaan alQuran "al-Yahud" (dan juga al-Islam, al-Nasyoro, al-Musyrik & al-Majusa) tidak merujuk kepada bangsa manusia mana pun, kerana golongan berI'ttiqad - niat dilaknati Allah "al-Yahud - Yahudi" sudah ada bangsaNya "Bani Israiel" dan bukan semua Bani Israiel itu adalah golongan "al-Yahud (Yahuda - Judas) - Haadu" (cara, sifat, kata-kata, perbuatan) Yahudi : Syirik - Non Muslim.

18. Permulaan bagi Syirik - "al-Yahud - Yahudi" adalah berI'ttiqad (yakin kalbu) dari Ujub, Sama'ah, Riak, Takabbur... kemudian zahir dengan "Cara, Sifat, Kata-Kata, Perbuatan" memuja (taksub) memuji (berlebihan - segala pujian hanya bagi Allah), membersih, menyucikan diri sendiri, keturunan, kaum, puak, jemaah, partiNya... termasok al-pantatNya.

Rasulullah bersabda :


إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal perbuatan kecuali yang murni dan hanya mengharap redha Allah”. [HR. Abu Dawud dan Nasa’i]

19. Lawan daripada ikhlas diredhai Allah adalah syirik dilaknati Allah - menjadikan bagi Allah tandingan/sekutu di dalam beribadah, atau beribadah kepada Allah tetapi juga kepada selain-Nya). Contohnya : Riya’ (memperlihatkan amalan pada orang lain), Sum’ah (memperdengarkan suatu amalan pada orang lain), ataupun Ujub (berbangga diri dengan amalannya). Kesemuanya itu adalah Syirik yang harus dijauhi oleh seorang hamba agar ibadahnya itu diterima oleh Allah . Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ اْلأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ
“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik (khafi) kecil”, para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, apa itu syirik kecil ? Rasulullah menjawab : “Riya’”. [HR. Ahmad]


20. Maka rengkasnya : 
Golongan Riya', Ujub, Sum'ah, Takabbur - Sombong : Angkuh itu adalah bermulanya Syirik (khafi - samar - kecil) serta permulaan kepada Syirik qalbi : jalli (jelas : besar) dengan zahirnya cara, sifat, kata-kata, perbuatan memuja : taksub kepada berhala manusia berkupiah-serban, berjubah, berjanggut... membersih & menyucikan diri sendiri, kaum, puak, jemaah, partinya.

A046
20.(a). Di antara orang-orang (cara, sifat, kata-kata, perbuatan)  Haadu - Yahudi ada yang mengubah (atau menukar ganti) Kalamullah (isi Kitab Taurat  Injiel & tidak terkecuali al-Quran), dari tempat dan maksudnya yang sebenar, dan berkata (kepada Nabi Muhammad): "Kami dengar", (sedang mereka berkata dalam hati): "Kami tidak akan menurut". (Mereka juga berkata): "Tolonglah dengar, tuan tidak diperdengarkan sesuatu yang buruk", serta (mereka mengatakan): "Raaeina"; (Tujuan kata-kata mereka yang tersebut) hanya memutar belitkan perkataan mereka dan mencela agama (tauhid & i'ttiqad yang diredhai Allah) Islam. Dan kalaulah mereka berkata: "Kami dengar dan kami taat, dan dengarlah serta berilah perhatian kepada kami", tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih betul. Akan tetapi Allah melaknat mereka dengan sebab kekufuran (tanpa lillaahi) mereka. Oleh itu, (kebanyakan) mereka tidak beriman kecuali sedikit sahaja (di antara mereka).
(An-Nisaa' 4:46)

 
 A047
20.(b). Wahai orang-orang yang telah diberikan Kitab (bani Israiel yang menyeleweng - al-Yahud : Haadu - Jew's), berimanlah kamu dengan apa yang telah Kami turunkan (Al-Quran), yang mengesahkan Kitab-Kitab (Taurat : Injiel & tidak terkecuali al-Quran) yang ada pada kamu, sebelum Kami menyeksa dengan menghapuskan bentuk muka kamu (sehingga berubah menjadi rata - tidak bermulut, berhidung dan bermata), lalu Kami menjadikannya sama seperti rupa sebelah belakangnya, atau Kami melaknatkan (menimpakan kifarah kepada kamu) mereka sebagaimana Kami telah melaknatkan orang-orang (dari kaum mereka - Yahudi : syirik sebelum itu) yang melanggar larangan bekerja pada hari Sabtu. Dan (ingatlah) perintah Allah itu tetap berlaku.
(An-Nisaa' 4:47)Firman Allah :

A048
20.(c). Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syirik (terhadap hak-hak mutlak zat Allah yang) mempersekutukanNya (dengan sesuatu apa jua), dan akan mengampunkan dosa yang lain dari itu bagi sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya). Dan sesiapa yang mempersekutukan (zat & hak-hak mutlak zat) Allah (dengan sesuatu yang lain), maka sesungguhnya ia telah melakukan dosa yang besar.
(An-Nisaa' 4:48)


A049
20.(e). Tidakkah engkau perhatikan (dan merasa pelik wahai Muhammad) kepada orang-orang yang membersihkan (taksub : memuja, memuji, membersih & menyucikan) diri sendiri? (kaum, puak, jemaah, partinya, Padahal perkara itu bukan hak manusia) bahkan Allah jualah yang berhak membersihkan (memuja, memuji, membersih & menyucikan) sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan SyariatNya); dan mereka pula tidak akan dianiaya (atau dikurangkan balasan mereka) sedikitpun.
(An-Nisaa' 4:49)


A050
20.(f). Lihatlah (wahai Muhammad) betapa beraninya mereka mengada-adakan (berkata-kata) perkara-perkara dusta terhadap (zat & hak-hak mutlak zat) Allah dengan tidak benar? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang terang nyata.
(An-Nisaa' 4:50)


21. Golongan Syirik - "al-Yahud - Yahudi" (Non Muslim) diharamkan Syurga & diwajibkan Neraka hingga mendapat syufaat & keampunan Allah... WAJIB NERAKA LEBIH DAHULU...
... Nak dapat syufaat kot celah mana, kalau Nabi SAW pun dihina, keji ???...
Wajib Neraka lebih dahulu, melainkan berlakuNya kerana lalai - dilalaikan oleh Iblis & Syaitan @ jahil bertingkat-tingkat. maka kalau jahil, segera lah bertaubat Nasuhah.


NOTE :
Siapa sebenarNya yang zahir dengan perbuatan anggota jasad "memuja, memuji, membersih, menyucikan diri sendiri, keturunan, kaum, puak, jemaah, partiNya dibumi Malaysia hari ini. SebenarNya perkara telah berlaku sejak lama dulu...
Siapa golongan Syirik - "alYahud - Yahudi" - Non Muslim bani Melayu 
dibumi Malaysia hari ini.
 ///
Ab Sheikh Yunan.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

BAHAYA SYIRIK TERHADAP HAK-HAK MUTLAK ZAT ALLAH.

SYIRIK TERHADAP ZAT & HAK-HAK MUTLAK ZAT ALLAH. ... membersih, menyucikan diri sendiri, kaum, puak, jama'ah, pertubohan, parti den...